Pemanjatan Tebing Bukit Daya

Belakangan aku baru tahu bahwa sebelumnya memang Bonk pernah akan melakukan pemanjatan ke Batu Daya/Unta, dikarenakan adanya tragedi kecelakaan yang menimpa dan menyebabkan patah tulang kaki Bonk maka gagallah kegiatan tersebut. Persiapan fisik dari Ekspedisi Himalaya merupakan modal dasar bagiku mengingat mepetnya waktu yang dipunyai menuju hari pemberangkatan. Persiapan teknis yang dilakukan lebih kearah teknis pemajatan dan teknis penaikan dan penurunan objek (barang atau orang) yang lebih dikenal dengan hauling system dan lowering system

Tentunya tak lupa modal dasar yang paling utama bagi kami adalah semangat DIKLATDAS yang merupakan parameter bagi setiap anggota organisasi. Tertanam di dalam sanubari yang paling dalam bahwa DIKLATDAS saja bisa kami lalui apalagi kegiatan di luar itu. Selain itu juga selalu terngiang di setiap benak anggota kata-kata dari seorang Pembina Palawa Unpad, Kang Syarif Barmawi, “Jika tak mampu berlari maka berjalan, jika tak mampu berjalan maka merangkak, jika tak mampu merangkak maka merayaplah, jika masih tidak bisa merayap maka pasrahkan dan berdoalah kepada Tuhanmu”.

Hari pemberangkatan pun datang, dengan bekal latihan dan doa dari orang tua dan saudara-saudara di perhimpunan, maka kami berangkat menuju rumah Bonk di Komplek Auri daerah Pancoran, Jakarta Selatan. Yang kami lakukan adalah pencarian tambahan dan memperlengkap peralatan yang diperlukan sebelum berangkat ke Pulau Borneo. Hari pertama di Jakarta dilewatkan dengan pergerakan ke Kedutaan Besar Canada di mana sebelumnya Bonk sudah memasukan proposal pencarian dana ke kedutaan tersebut, kami bertemu dengan perwakilan dari kedutaan dan secara terbuka permintaan dilakukan oleh perwakilan tersebut dengan alasan bahwa tidak ada anggaran untuk kegiatan semacam itu. Selanjutnya kami menuju ke pasar perloakan besi di daerah Salemba dengan tujuan untuk membeli ramset dan mata bor, setelah muter-muter di pasar tersebut barang yang kami cari tidak jua ketemu akhirnya kami sepakat memutuskan dengan berbekal 50 mata bor yang dibawa dari Bandung.

Setelah itu kami menuju salah satu agen penjualan tiket kapal laut di daerah Cililitan dan diteruskan dengan membeli perbekalan makanan yang akan dijadikan bahan makanan di medan operasi. Besok paginya kami melakukan packing, kami mengeluarkan seluruh perlengkapan tempur yang akan di bawa ke medan operasi, suatu pemandangan yang tidak pernah aku mungkin Eris dan Rahwa juga liat, bahwa hampir setengah garasi mobil dari rumah Bonk terpenuhi dengan barang-bawaan yang akan kami bawa. Barang-barang tersebut bertambah dari bawaan yang kami bawa dari Bandung dengan alat-alat panjat yang dipunyai oleh Bonk. Total alat yang ada di hadapanku masih jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan seluruh peralatan pemanjatan yang dipunyai organisasiku gumamku dalam hati. Masih belum yakin dalam hatiku bahwa seluruh peralatan yang ada dapat di masukan ke dalam ransel yang kami bawa. Ransel yang aku, Eris, dan Bonk bawa kapasitasnya adalah + 80-90 lt sedangkan yang Rahwa bawa hanya cukup untuk membawa 60-65 lt ditambah dengan telebug (tempat bawaan yang biasa dipakai oleh militer yang bentuknya bulat memanjang).

Pada akhirnya semua barang bisa masuk ke dalam ransel tetapi alamak jangankan untuk membawanya mengangkatnya saja kami sudah keteteran, namun tetap dengan semangat juang yang kami bawa itu bukan suatu masalah yang berarti (mungkin ceritanya akan lain jikalau aku yang membawa ransel Bonk yang beratnya bukan minta ampun lagi melainkan minta bebas saja). Komposisi dari berat masing-masing ransel itu yang terberat adalah ransel Bonk dikarenakan hampir ¾ kapasitas ransel diisi oleh alat-alat yang terbuat dari barang-barang besi , Aku dan Eris boleh dikatakan sama berat dari ranselnya ¼ memuat peralatan yang terbuat dari besi selebihnya adalah tali-talian dan bahan-bahan makanan, dan sudah dapat diduga ransel yang dibawa oleh Rahwa adalah yang paling ringan dari semuanya dikarenakan kapasitas ranselnya yang memuat lebih kecil dibandingkan semua anggota tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *