Seorang anggota tim EPN lainnya, Ronni bahkan sempat mengeluh ketika mendapati sampah yang tidak dapat dikatakan sedikit di Lembah Kuning, basecamp terakhir sebelum kami melakukan summit attact. Ronni menyesalkan bahwa bahkan di gunung yang terbilang prestisius dan sulitpun pun permasalahan sampah begitu pelik. Hal ini semakin menambah hasrat saya dan tim untuk menyosiaslisasikan zero waste mountaineering. Saya dan tim Palawa Unpad tidak bermaksud menjadi yang mahatahu perihal mendaki gunung. Kami hanya ingin mengajak masyarakat luas, khususnya pendaki dan petualangan alam bebas melihat gaya baru dalam dunia petualangan ini.

Bila membawa turun sampah sendiri adalah hal yang sulit dilakukan, marilah kita sama-sama memulai dan mencoba Zero Waste Wountaineering. Meluruskan niat bukan sekedar melakukan petualangan yang menguntungkan bagi diri sendiri tapi juga menyimpan sudut pandang yang menghargai alam itu sendiri.
*Tulisan telah dimuat di Rubrik Komunitas di Harian Kompas, 27 April 2017

