Ngageulis Gunung Geulis, Dapat Bonus Sunrise dan Teman Baru

Sekitar pukul setengah tujuh pagi, kami berkumpul dan mulai memperkenalkan diri satu persatu. Salah seorang senior pun bercerita tentang Gunung Geulis, yang dulunya merupakan sebuah kerajaan yang memiliki putri bernama Geulis. Sayangnya kerajaan tersebut hancur, Putri Geulis pun meninggal dan dimakamkan di Gunung Geulis. Memang terdapat beberapa makam di gunung ini. Makam-makam itu ditutupi gedung dan tembok, konon makam-makam tersebut masih menjadi tempat pemujaan bagi segelintir masyarakat.

Setelah berbagi cerita, kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Dan inilah sebenarnya program Ngageulis Gunung Geulis itu dimulai. Kami membuka trashbag masing-masing  dan mulai memunguti sampah-sampah  yang kami temukan di sepanjang jalan yang kami lalui. Lintasan yang kami lewati ternyata cukup terjal dan licin karena pasir dan daun bambu yang berguguran.

2
Memunguti sampah sepanjang lintasan bersama teman-teman baru

 

3

Setelah berjalan sekitar satu jam setengah akhirnya kami tiba di Desa Jatiroke. Kami tak sempat beristirahat, ingin cepat-cepat kembali ke kampus tercinta, UNPAD. Akhir cerita, kami sampai di sekretariat Palawa Unpad pada pukul delapan pagi.

Bagi saya, perjalanan yang merupakan pendakian pertama saya ini, merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Perjalanan yang cukup membuat kaki saya pegal karena belum terbiasa berjalan jauh, namun terbayar setelah melihat sunrise di pagi hari. Bertemu dan berkenalan dengan teman-teman baru, ingin rasanya saya dapat bergabung dan memulai petualangan selanjutnya yang lebih seru bersama Palawa Unpad. Terima kasih Palawa, untuk pengalaman pertama saya yang pastinya  tidak akan terlupakan!

45

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *