Press Release Webinar Series 1 : Pencinta Alam dan Aktivisme Lingkungan

Palawa Unpad telah melaksanakann webinar dengan judul “Pencinta Alam dan Aktivisme Lingkungan” pada hari Sabtu, 13 November 2021 secara daring melalui zoom metting. Webinar ini ditunjukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) 4 Dasawarsa Palawa Unpad yakni pada tanggal 24 Maret 2022 dan webinar ini didukung serta disponsori oleh Forester Adventure. Tujuan dilaksanakan webinar ini untuk memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luar terhadap kegiatan Pencinta Alam dan Aktivisme Lingkungan. Pembicara dari webinar ini yaitu Faiq Dhiya Ulhaq dari Anggota Luar Biasa Palawa Unpad dan M Fachri Pratama dari Lawalata IPB dengan fokus materi dari mengenai sejarah dari pencinta alam, hubungan pecinta alam dengan lingkungan dan lain-lain dari sudut pandang mahasiswa pencinta alam.

Sejarah Pencinta Alam

Sejarah awal dari nama pencinta alam di Indonesia berawal dari berdirinya Perkumpulan Petjinta Alam (PPA) di Yogyakarta pada tanggal 18 oktober 1953 oleh Awibowo yang kala itu baru menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Pertanian Universitas Indonesia1. Adapun latar belakang dari nama  “Petjinta Alam” yang dijadikan suatu nama perkumpulan pemuda yang suka berkegiatan di alam tersebut berlandaskan dengan pmikiran bahwa cinta lebih dari sekedar gemar dan suka, selain itu istilah gemar dan suka cenderung lebih mengarah pada makna ekploitatif belaka. Sedangkan cinta lebih dimaknai pada mengabdi atau pengabdian, yang kala itu disangkutkan pada pengabdian terhadap Indonesia. Pada akhirnya istilah pecinta alam lebih diterima dan menjadi sebutan bagi perkumpulan tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu, konsep dari pencinta alam tersebut disambut dengan baik oleh berbagai kalangan. Pada bulan November, 1964, mahasiswa Fakultas Sastra UI (FSUI) membentuk sebuah organisasi yang mempunyai ketertarikan dalam berkegiatan di alam bebas. Pembentukan organisasi di pelopori oleh Soe Hok Gie dan ide tersebut mendapat sambutan baik dari berbagai mahasiswa jurusan lainnya di FSUI yang juga senang melakukan kegiatan petualangan.

Ada banyak nama yang di ajukan dalam pembentuk organisasi pencinta alam ini, hingga pada akhirnya melalui kesepakatan bersama terpilihlah nama Mapala Prajnaparamita. Mapala merupakan singkatan dari mahasiswa pecinta alam sedangkan Prajnaparamita merupakan arti dari dewi pengetahuan yang juga menjadi lambang senat FSUI.

Relasi Pencinta alam & Lingkungan

Berawal dari kegiatan alam bebas seperti pendakian  gunung, panjat tebing, dan telusur gua, lahirlah rasa kepemilikan lebih terhadap alam dan lingkungan dari marwah pencinta alam yang ingin turut menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan. 

Mahasiswa pencinta alam seluruh Indonesia mempunyai cara dan penerapannya masing-masing untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Bahkan, dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sudah menjadi tanggung jawab moral bagi seorang mahasiswa pencinta alam. Hal tersebut sebernarnya juga tercantum pada kode etik pencinta alam yang di amini oleh seluruh pencinta alam yang berada di Indonesia.

Bunyi kode etik pencinta alam :

  • Pencinta alam Indonesia sadar bahwa alam dan isinya adalah ciptaan tuhan yang maha esa
  • Pencinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawabnya terhadap tuhan, bangsa, dan tanah air
  • Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pencinta alam sebagai makhluk yang mencintai alam sebagai anugrah tuhan yang maha esa

Sesuai dengan hakikat tersebut diatas kami dengan kesadaran menyatakan :

  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber daya alam sesuai dengan kebutuhannya.
  3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah Air.
  4. Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya serta mengakui manusia sebagai kerabatnya.
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pencinta alam sesuai dengan Azas Pencinta Alam.
  6. Berusaha saling membantu serta saling menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah Air.
  7. Selesai.

Kegiatan-kegiatan pencinta alam dalam melakukan pelestarian alam dan lingkungan seperti penanaman bibit pohon, kajian isu lingkungan, dan tidak jarang pula dijumpai mahasiswa pencinta alam bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berkecimpung atau bergerak dibidang konservasi dan alam untuk melakukan sinergitas dalam kegiatan pelestarian.

Di forum mahasiswa pencita alam seluruh Indonesia atau yang biasa disebut dengan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) disisipkan sebuah agenda untuk membahas peran dan kebermanfaatan mahasiswa pencinta alam dalam menjaga serta melestarikan alam dan lingkungan yang berada disekitar kita. Hasil dari forum tersebut bisa berupa kajian, pengawalan isu lingkungan, ataupun advokasi kebijakan.

Mahasiswa pencinta alam juga mempunyai kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar dengan program-program pengabdian, penelitian, dan pendidikan sebagai penerapan langsung dari nilai-nilai Tridharma Perguruan Tinggi. Untuk kedepannya, mahasiswa pencinta alam diharapkan dapat bersama-sama bergerakan dalam menjaga, melestarikan, serta melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat, alam dan lingkungan, bangsa dan negara.

Ditulis oleh Ardino Raja (PLW 24382 197 AU) dan Abil Fadillah (xPLW 009 YA)

Penyuting akhir oleh Nursyifa Afati (PLW 24382 183 GA)

Tim Publikasi dan Dokumentasi

HUT 4 Dasawarsa Palawa Unpad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.