BANDUNG – Empat anggota Perhimpunan Mahasiswa Pencinta Alam (PMPA) Palawa Universitas Padjadjaran (Unpad) mengikuti Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Polda Jawa Barat Tahun 2025 di depan Gedung Sate, Bandung, Rabu (5/11).
Keempat anggota tersebut adalah M. Bilghi Arroyan, Rizky Aulia Guevara, Mikayla Fauzia R., dan Himaturrizal Himawan.
Bilghi Arroyan, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Dewan Pengurus (DP) Palawa Unpad, mengatakan kehadiran perwakilan Unpad ini memenuhi undangan resmi Polda Jawa Barat untuk bergabung dalam pasukan siaga bencana.
“Bagi kami, undangan ini merupakan kehormatan sekaligus wujud pengamalan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
PMPA Palawa Unpad memang dikenal aktif sebagai relawan kebencanaan. Mereka pernah terlibat dalam penanganan banjir Sapan (Majalaya), tsunami Aceh (2004), gempa Cianjur (2022), gempa Lombok (2018), gempa Palu (2018), serta gempa Kertasari (2024).
“Palawa Unpad berkomitmen hadir di setiap bencana alam — baik sebagai relawan lapangan maupun penyedia posko darurat. Itu sudah tertuang dalam rencana kerja perhimpunan,” tambah Bilghi.
Dalam apel tersebut, Bilghi Arroyan mewakili Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) se-Bandung Raya untuk menerima rompi relawan secara simbolis.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakiraan Indonesia memasuki puncak musim hujan pada November 2025–Februari 2026, dengan risiko tinggi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menegaskan perlunya kesiapsiagaan nasional.
“Puncak musim hujan dimulai bulan ini dan berlangsung hingga Februari mendatang. Curah hujan ekstrem berpotensi meningkat, terutama di wilayah rawan bencana,” katanya dalam konferensi pers “Kesiapan Menghadapi Puncak Musim Hujan” di Jakarta, Sabtu (1/11).

