Menparekraf Sandiaga Uno : Kami Mendorong Ekowisata dan Ini Tempatnya Palawa Berkontribusi

PALAWA UNPAD – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa untuk menunjang pengembangan pariwisata berkelanjutan, pemerintah juga mendorong pengembangan ekowisata di Indonesia.

“Kami terus mendorong ekowisata, dan ini tempatnya Palawa, tempatnya para pecinta alam untuk berkreasi dan berkontribusi,” ucap Sandiaga dalam Seminar Nasional Pariwisata Berkelanjutan yang diselenggarakan Palawa Unpad, Sabtu (16/4/2022).

Seminar Nasional ini merupakan puncak dari rangkaian Dies Natalis ke-40 Palawa Unpad. Dengan mengambil tema pariwisata berkelanjutan, seminar ini menyuguhkan tajuk “Pengembangan Wisata Alam Domestik Berbasis Desa Wisata sebagai Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim”. Acara diselenggarakan secara hybrid menggunakan media dalam jaringan (Zoom Meeting dan Youtube Palawa Unpad) serta secara tatap muka di Bale Santika Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat.

Sebelum membahas tentang ekowisata, Sandiaga memberikan berbagai gambaran pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Di awal pemaparan, dia menjelaskan bahwa sektor pariwisatadan ekonomi kreatif memiliki banyak permasalahan untuk dapat mencapai keberlanjutan / sustainability.

Sandiaga memaparkan lebih lanjut bahwa dalam upaya mengembangan sustainable tourism, Kemenparekraf memiliki empat pilar fokus yang dikembangakan. Pilar tersebut yaitu pengelolaan berkelanjutan, keberlanjutan sosial ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan keberlanjutan budaya. Selanjutnya, dipaparkan pula komitmen Kemenparekraf dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, salah satunya yakni pemberian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Sandiaga pun menjelaskan tentang Community Based Tourism(CBT), “Ini juga mengembangkan masyarakat sebagai pelaku utama kegiatan kepariwisataan, masyarakat jangan hanya menonton.”

Pengembangan desa wisata, sesuai dengan penjelasan Sandiaga, memerlukan peran dan kerjasama berbagai unsur. Kemenparekraf menyiapkan strategi 3C (Commitment, Competence, Champion) dalam hal ini. Pertama, commitment yang berarti membangun komitmen pemerintah daerah. Kedua yakni competence, maksudnya adalah masyarakat desa yang kompeten dalam membangun desanya. Terakhir champion, hal ini berarti membangun desa dan menjadi yang terdepan, hingga dapat menjadi trainer of trainer untuk champion lainnya.

“Desa wisata ini, saya melihat bukan hanya soal anggaran , mereka butuh perhatian, mereka butuh kehadiran,” tegas Sandiaga.

Berkaitan dengan ekowisata, Sandiaga turut mengundang Unpad dan Palawa untuk mengembangkan ekowisata dengan harapan dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

Setelah pemaparan Sandiaga, acara dilanjutkan dengan diseminasi dua kegiatan Palawa Unpad yang juga terkait dengan wisata alam berbasis desa wisata. Kegiatan pertama yakni Asesmen Potensi Desa Wisata di Kaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan selanjutnya yakni Pemetaan Gua Digital Desa Selasari dan Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat.

Selain Sandiaga, seminar ini turut mengundang Dewi Yuliani selaku Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT dan Frans Teguh selaku Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi/plt. Deputi BSDK Kemenparekraf. Seminar ini dapat dilihat ulang melalui kanal Youtube Palawa Unpad

*

Penulis​: Nursyifa Afati Muftizasari (PLW 24382 183 GA)

Tim Media Informasi dan Relasi

Dewan Pengurus XXXIII

PALAWA UNPAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.