Kemendes: Desa Wisata Program Unggulan Pemulihan Ekonomi Nasional

PALAWA UNPAD – Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT Dewi Yuliani menyatakan desa wisata merupakan program unggulan pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Pada saat pandemi, banyak tempat wisata tutup dan pelaku wisata bangkrut. Tapi kita bangkit, kita menyiapkan diri menghadapi pandemi,” ungkapnya dalam Seminar Pariwisata Berkelanjutan yang diselenggarakan Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Palawa Unpad, Sabtu (16/4).

Seminar nasional bertajuk “Pengembangan Wisata Alam Domestik Berbasis Desa Wisata sebagai Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim”, merupakan puncak dari rangkaian Dies Natalis ke-40 Palawa Unpad.

Dalam acara tersebut dihadiri juga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno.

“Tadi sudah disampaikan Pak Menteri (Sandiaga), bukan hanya jadi penonton, tapi memang semua masyarakat desa ikut berpartisipasi  dan terlibat,” kata Dewi membahas soal pengembangan desa wisata.

Dewi mendefinisikan desa wisata adalah suatu bentuk kesatuan antara akomodasi, atraksi, serta sarana dan prasarana pendukung wisata, disajikan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tradisi.

Sarana dan prasarana, menurut dia, merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh pengelola desa wisata. Selain itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu melayani dan memberikan kepuasan. Adanya pasar wisata juga dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan.

“Desa wisata merupakan suatu ekosistem. Tidak hanya bagaimana desa bisa mengeksplorasi keunikan, tapi juga melihat bahwa desa memiliki kekuatan,” katanya

Dewi juga menjelaskan desa memiliki hak atas aset mereka, termasuk potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata. Desa memiliki ruangan untuk berpartisipasi dan menentukan nasibnya sendiri. Hal tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Dewi mencontohkan tiga contoh desa wisata, yakni Desa Wisata Boonpring, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Kedua, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Terakhir, Desa Senaru, Kecamatan Bayani, Kabupaten Lombok Utara, katanya.

Seminar ini dapat dilihat ulang melalui kanal Youtube Palawa Unpad

*

Ditulis oleh : Nursyifa Afati Muftizasari (PLW 24382 183 GA)

Bidang Media Informasi dan Relasi

Dewan Pengurus XXXIII

PALAWA UNPAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.