Tim Palawa Unpad melakukan perjalanan ke Torean, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Secara garis besar, tim melakukan 2 kegiatan yaitu berupa eksplorasi Rinjani via jalur pendakian Torean dengan melakukan survei dan pengabdian masyarakat dengan mengadakan pelatihan terhadap sumber daya manusia di Torean terkhusus pada Kelompok Sadar Wisata Lembah Penimbungan.
Tim ini terdiri dari 6 orang yaitu Fadiyah selaku ketua tim, Cania, dan Tiara yang bertugas untuk mengkoordinasikan berjalannya pelatihan sedangkan Alifdha, Bilham, dan Pandya bertugas melakukan survei jalur Rinjani via Torean. Kegiatan ini dilaksanakan sedari tanggal 18–31 Agustus 2022 serta dibuka dengan adanya upacara keberangkatan pada tanggal 17 Agustus 2022 di Kompleks UKM Barat.

Rinjani merupakan perwujudan lanskap alam tropis yang bergema indah bukan hanya di kepulauan Indonesia, tetapi sampai ke penjuru dunia. Kawasan Rinjani sudah diakui sebagai UNESCO Global Geopark sejak tahun 2018 lalu. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara mulai berdatangan untuk mendaki jalur Rinjani yang terjal nan elok, untuk mencapai puncak tertinggi di Pulau Lombok (3726 MDPL).

Dilansir dari laman Taman Nasional Gunung Rinjani, terdapat 6 jalur resmi yang dapat menjadi pilihan bagi para pendaki, yaitu Sembalun, Senaru, Timbanuh, Aik Berik, Tete Batu, dan Torean. Torean merupakan jalur pendakian resmi yang baru dibuka pada tahun 2021 lalu. Meskipun begitu, jalur ini sejatinya sudah kerap dipakai oleh warga lokal untuk melakukan ibadah ataupun adat. Namun, sarana keamanan yang ada di jalur Torean ini masih sangat minim sehingga rawan untuk terjadi kecelakaan pada pendaki, mengingat jalurnya yang panjang dan terjal.
Walaupun baru resmi dibuka, jalur pendakian Torean sudah menyimpan keindahan geografis yang jarang ditemui di jalur pendakian gunung-gunung lainnya. Mulai dari Air Terjun Lembah Penimbungan, Gua Urip, Gua Susu, Sagara Anak, sampai kolam air panas tersedia sepanjang jalur Torean. Jalur ini kerap dipakai sebagai jalur lintas untuk turun dari pendakian Sembalun dan Senaru. Hal ini dapat divalidasi dengan data dari TNGR bahwasanya sampai Agustus 2022 terdapat lebih dari 20.000 orang pendaki yang turun melalui Torean.




Meninjau perihal tersebut, tim Palawa Unpad melihat bahwasanya terdapat potensi sekaligus tantangan yang terdapat di Torean. Fadiyah, selaku ketua tim, melihat bahwasanya dengan keindahan alam yang eksotis di Torean tentu akan menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah untuk datang. Dengan begitu, mau tidak mau, masyarakat Dusun Torean perlu menyiapkan diri untuk menjadi desa wisata yang dikunjungi banyak turis.
Tim Palawa Unpad menindaklanjuti asesmen potensi wisata yang telah dilakukan pada Januari–Februari lalu dengan membuat pelatihan terhadap masyarakat Dusun Torean dan survei jalur pendakian Torean.
Palawa Unpad bekerja sama dengan pemuda lokal Dusun Torean yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Lembah Penimbungan” bersama-sama mewujudkan “Masyarakat Sadar Wisata” melalui pelatihan berbasis kompetensi sebagai pengelola wisata.

Pelatihan
Sesi 1: Rabu, 24 Agustus 2022
Pada sesi 1, narasumber menjelaskan materi perihal bagaimana mengelola dan mencari potensi desa secara berkelanjutan menuju desa wisata yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kab. Lombok Utara, Fahman Toriki, SST. Par, MISTM.

Sesi 2: Rabu, 24 Agustus 2022
Pada sesi 2, materi diberikan oleh Ahmad Khaerul Arham dari Antara News NTB dengan materi promosi desa di era digital melalui media sosial. Pematerian ini pun diselingi oleh praktik dalam proses pembuatan sampai pengunggahan konten.
Sesi 3: Kamis, 25 Agustus 2022
Pada sesi 3, narasumber yang diundang berasal dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dengan membicarakan tentang tantangan dan peluang jalur pendakian Rinjani via Torean serta skema pelibatan masyarakat Torean dalam agenda TNGR.

Sesi 4: Jum’at, 26 Agustus 2022
Pada sesi 4, narasumber memperkenalkan tentang profesi pemandu gunung serta tahapan sertifikasi pemandu wisata gunung yang disampaikan langsugn oleh Sekretaris Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB.
Sesi 5: Sabtu, 27 Agustus 2022
Adapun pada sesi 5, muatan materi yang diberikan berupa pelatihan bahasa Inggris untuk pemandu gunung dan pengelola wisata dari materi kosakata, percakapan, sampai praktik berbicaranya. Materi ini disampaikan oleh Karin Selma Al-Kautsar, M.Ed dari Jage Kastare Foundation.
Melalui pelatihan yang dilaksanakan ini, tercipta konsep pentahelix dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat maupun lembaga non-profit dalam rangka mewujudkan inovasi. Kegiatan ini menghubungkan Pokdarwis Lembah Penimbungan dengan pemangku kepentingan terkait seperti pemerintah, media, unit usaha, masyarakat, dan akademisi.
Adapun peserta pelatihan terdiri dari kepala desa Torean, kelompok wanita tani, anggota BPD desa, Pokdarwis Lembah Penimbungan, karang taruna, serta masyarakat umum. Pelatihan ini menjadi ruang diskusi bagi masyarakat itu sendiri terkait dengan ide, persoalan, peluang, dan tantangan yang mereka rasakan.
Survei
Selain mengadakan kegiatan pelatihan, Tim Palawa Unpad juga melakukan survei untuk kebutuhan papan informasi dan pengaman di jalur pendakian Torean. Pendakian dilakukan selama 4 hari 3 malam sedari tanggal 21–24 Agustus 2022. Tim menggunakan alat bantuan berupa GPS dan aplikasi Avenza untuk men-track perjalanan dan marking titik-titik kebutuhan (papan informasi ataupun bahaya).

Terhitung melalui GPS dan Avenza, jarak dari Basecamp Torean sampai menuju ke Sagara Anak adalah 13.31 KM. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, tim mendapatkan 41 titik, yaitu 24 titik bahaya, 6 titik pos, 6 titik mata air, 5 titik wisata, dan 1 titik percabangan. Dengan begitu, terdapat saran untuk perbaikan jalur yang bisa dilakukan berupa pemasangan tali/webbing pengaman pada 21 titik, pemasangan atau perbaikan tangga pada 5 titik, serta pemasangan papan informasi pada 8 titik terutama titik wisata alam seperti Air Terjun Lembah Penimbungan dan Gua Susu.
Survei ini dilakukan agar selanjutnya dapat dilakukan penambahan pengaman pada jalur Torean. Hal ini diperlukan mengingat jalur Torean yang terjal dan berbahaya tetapi masih minim dengan pengaman. Tentu, kondisi ini akan membuat jalur Torean menjadi rawan terjadinya kecelakaan bagi para pendaki.
Kedua kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Tim Palawa Unpad ini guna mendukung Rinjani menjadi gunung dengan pendakian standar internasional dalam beberapa tahun ke depan. Dalam hal ini, Torean memegang peranan penting untuk menyokong sebagai desa wisata dalam tercapainya tujuan tersebut.

Penulis: Pandya Maguantara (PLW 24382 206 YA)

