Direktur SDGs Center Unpad Paparkan Tantangan Pengembangan Desa Wisata

PALAWA UNPAD– Direktur SDGs Center Unpad Zuzy Anna memaparkan berbagai tantangan dalam pengembangan desa wisata, salah satunya yakni menciptakan konsep pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

“Pengembangan desa wisata ini bisa menjadi pisau bermata dua, bisa menjadi positif seperti menyejahterakan masyarakat dan mengembangkan ekonomi desa, tapi juga bisa menjadi negatif kalau kita tidak hati-hati,” ucapnya dalam Seminar Pariwisata Berkelanjutan yang diselenggarakan Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Palawa Unpad, Sabtu (16/4).

Seminar nasional bertajuk “Pengembangan Wisata Alam Domestik Berbasis Desa Wisata sebagai Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim”, merupakan puncak dari rangkaian Dies Natalis ke-40 Palawa Unpad.

Zuzy hadir sebagai penanggap setelah mendengar pemaparan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno, Dewi Yuliani dari Kementerian Desa PDTT, dan Frans Teguh dari Kemenparekraf.

Dia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan desa wisata. Masyarakat perlu mendapat berbagai edukasi terkait pariwisata, termasuk apa saja dampak yang mungkin timbul. Desa wisata, tidak hanya menyangkut tentang ekonom, melainkan juga mempertahankan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Yang perlu diperhatikan lagi adalah kemungkinan ledakan wisatawan dan bagaimana karakteristik destinasi wisata, supaya kita bisa membayangkan bagaimana dampaknya untuk nanti kita kelola,” tegasnya.

Tantangan lainnya yang dia sebutkan yakni pentingnya inovasi dan memanfaatkan keragaman budaya untuk jadi bagian dari atraksi.

Inovasi di sini juga termasuk membentuk jaringan pariwisata, misalnya untuk berdiskusi dengan pengelola destinasi wisata lain. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan potensi yang ada.

Zuzy juga membahas dampak sektor pariwisata terhadap lingkungan. “Menurut data, sektor pariwisata bertanggung jawab terhadap emisi karbon dunia sebesar delapan persen,” jelasnya.

Itulah mengapa, menurutnya, penting untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan bertanggung jawab. Hal tersebut dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang mendukung pembangunan sambil melestarikan dan melindungi sumber daya alam dan lingkungan.

Selain Zuzy, seminar ini juga menghadirkan dua penanggap lain yakni Tonton Guntari selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran serta Dwi Pangestu selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Seminar ini dapat dilihat ulang melalui kanal Youtube Palawa Unpad.

*

Penulis : Nursyifa Afati Muftizasari (PLW 24382 183 GA)

Bidang Media Informasi dan Relasi

Dewan Pengurus XXXIII

PALAWA UNPAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.