Dies Natalis ke-40, Palawa Unpad Gelar Seminar Nasional Pariwisata Berkelanjutan 

Dalam rangkaian Dies Natalis ke-40, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencinta Alam Palawa Unpad menggelar Seminar Nasional Pariwisata Berkelanjutan bertajuk “Pengembangan Wisata Alam Domestik Berbasis Desa Wisata sebagai Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim”, Sabtu (16/4/2022). Seminar diselenggarakan secara hybrid menggunakan media dalam jaringan (Zoom Meeting dan Youtube Palawa Unpad) serta secara tatap muka di Bale Santika Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat.

Seminar dibuka oleh Rektor Unpad Rina Indiastuti. Selanjutnya, Sandiaga Salahuddin Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI memberi gambaran pariwisata berkelanjutan di Indonesia saat ini. Sandiaga juga menegaskan bahwa dalam pengembangan desa wisata, masyarakat sebaiknya tidak hanya jadi penonton, melainkan juga ikut terlibat.

Setelah pemaparan Sandiaga, dilanjutkan diseminasi dua kegiatan Palawa Unpad terkait desa wisata. Kegiatan pertamayakni Asesmen Potensi Desa Wisata di Kaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, yang dipaparkan oleh Nadia Putri Chania dan Bilham Warmindi. Kegiatan selanjutnya yakni Pemetaan Gua Digital Desa Selasari dan Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat, yang dipaparkan oleh Hifzan Maulia Irfan dan Tiara Nurul Nabila.

Berkaitan dengan topik pembahasan, telah dihadirkan dua pembicara lainnya yakni Dewi Yuliani selaku Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT dan Frans Teguh selaku Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi/plt. Deputi BSDK Kemenparekraf. Selain itu, hadir pula dua moderator yakni Manager Riset Kerjasama dan Inovasi FTG Unpad Mohamad Sapari dan Ketua Prodi Magister Pariwisata Berkelanjutan Unpad Evi Novianti.

Dalam pemaparannya, Dewi Yuliani membahas tentang pengembangan desa wisata sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Dia menjelaskan bahwa kemampuan desa mengeksplorasi keunikan, kelebihan, serta melihat kekurangan, menjadi kekuatan atraksi sebagai desa wisata. Selanjutnya, dijelaskan juga prinsip pengembangan desa wisata yang terdiri dari prinsip ekonomi, sosial budaya, keaslian, lingkungan, teknologi, dan pengalaman berwisata.

Frans Teguh melanjutkan pembahasan dengan pemaparan destinasi wisata berkelanjutan di Indonesia. Dia membahas bahwa terdapat pergeseran preferensi pariwisata pada era new normal. Pandemi membuat masyarakat lebih mempertimbangkan destinasi wisata yang sesuai dan dirasa aman, sehingga wisata alam memiliki berbagai potensi pengembangan. Selain itu, dia menjelaskan bahwa alam menjadi peluang untuk kita menyadari hakikat pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Selain pembicara, Palawa Unpad mengundang tiga penanggap yakni Zuzy Anna selaku Director SDGs Center Unpad, Tonton Guntari selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Dwi Pangestu selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR)

Zuzy Anna menanggapi terkait sektor pariwisata, dijelaskan bahwa sektor ini turut bertanggung jawab terhadap emisi karbon dunia. Dia juga menjelaskan bahwa desa wisata dapat menjadi pisau bermata dua, yakni dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, namun tetap memiliki berbagai risiko yang perlu diminimalisir bersama.

Dua penanggap lainnya, lebih menanggapi diseminasi kegiatan Palawa Unpad. Tonton Guntari menjelaskan kondisi cagar alam di Kabupaten Pangandaran, serta membahas Desa Selasari yang memiliki berbagai potensi wisata gua. Selanjutnya, Dwi Pangestu menjelaskan terkait Gunung Rinjani yang sebenarnya adalah milik bersama, bukan hanya milik TNGR. Kedua penanggap juga mengapresiasi Palawa Unpad atas dua kegiatan tersebut.

Seminar ini dapat dilihat ulang melalui kanal Youtube Palawa Unpad Palawa Unpad dan materi dapat diakses kembali melalui link berikut Materi Seminar Nasional Palawa Unpad

Penulis: Nursyifa Afati Muftizasari (PLW 24382 183 GA)

Tim Media Informasi dan Relasi

Dewan Pengurus XXXIII

PALAWA UNPAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.