Bocah Soanggama yang Berkharisma

Kawan, bisakah kau bayangkan bagaimana seorang anak kelas 1 SD berpenampilan sebagaimana mayoritas tapi bisa menenangkan seisi kelas yang gaduh. Lau, berbekal kain pecut pinjaman dari Pak Guru, ia lihai menggerakan pecut itu sebagaimana seorang pangeran memainkan pedang anggarnya. Gerakan pecut yang kesana kemari bisanya persis mengenai punggung, lengan bahkan kepala temannya yang biasanya disambut dengan gerakan yang menurut dari temannya-temanya, persis seperti kerbau yang dituntun sang petani, sakti!

Pernah juga saya saksikan, ada seorang anak di kelas 1 yang memiliki postur tubuh dua kali lipat besarnya dari Lau. Ceritanya anak lelaki kekar itu mencoba menentang perintah duduk dari Lau. Anak lelaki kekar itu memberontak dengan memberikan isyarat lewat dada yang dibusungkan dan kepalan tangan melayang di udara. Rupanya Lau tak cukup takut dengan situasi semacam itu. Cukup dengan satu gerakan mata yang ia buka lebih lebar, seketika itu jua anak lelaki kekar itu kalang-kabut, balik badan, duduk manis kembali ke tempatnya. Cukup membolototkan matanya saja lho, sakti bukan?

Pengalaman serupa nyatanya telah disadari oleh Pak Arnoll, wali kelasnya. Karenanya Pak Guru tidak menyia-nyiakan akan kemampuan Lau tersebut. Maka nyaris hampir setiap hari Lau memiliki tugas mulia yaitu mengamankan barisan di kala apel pagi, dimana seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 berkumpul. Artinya Lau bertugas bukan saja mengamankan anak sebayanya namun juga seniornya, lima angkatan di atasnya, dan lagi-lagi semuanya beres ia tangani, super sakti!

Pak Arnoll mengakui terang-terangan jika memang ada karisma lain pada diri Lau. Bahkan guru yang merangkap jadi kepala sekolah itu juga menceritakan bahwa tak jarang dalam setiap permainan, Lau dipastikan jadi salah satu orang yang signifikan dalam menentukan keputusan meski sebenarnya kawan bermainnya bukanlah sebayanya. Entah ketika anak-anak bermain bola, bermain perang-perangan, dan tentunya bermain acapela ala anak-anak. Dengan berbangga hati, Pak Guru Arnoll menganugerahkan titel maha keren pada Lau kecil yaitu Kepala Suku.

Kawan pasti mafhum kan, pada masyarakat adat keberadaan Kepala Suku menjadi penting adanya. Dan tahukan kawan bahwa gelar kepala suku bukanlah berasal dari kriteria pendidikan formal atau monarki semata. Orang yang paling bijaksana dan mudah menyelesaikan permasalahanlah yang bisanya dianungrahi titel mulia tersebut. Dan Lau, diusianya yang masih sangat dini sudah memiliki titisan sekeren itu. Duh, semoga kebijaksanaan dan kemampuan Lau dalam menyelesaikan masalah tetap begitu sampai ia tua. Semoga Lau tegar merawat mimpi-mimpinya untuk menjadi Bupati Intan Jaya di masa depan, aamiin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *