“Benar-benar tegang, bahkan pengarungan sempat tertunda karena terjadi banjir besar di sungai itu” Kayak yang ditumpangi Shahiban beberapa kali terayun-ayun gelombang yang mengikuti kontur sungai. Cipratan air terus menerpa ke mukanya. Dayung sesekali dikayuh sembari menjaga keseimbangan. Meski hari masih pagi, Shabiban sudah harus luntang pukang mengikuti “selera” sungai. Bukan…
Dayung…dayung…toet…toet


