Tebing Ciampea, Kabupaten Bogor : Tempat Latihan yang Menyenangkan Meski Dihujam Bau Tidak Sedap dan Berpemandangan Ladang Sawit

Tim Women Climber sedang melakukan pemanjatan dengan teknik Top Rope

Tebing Ciampea berlokasi di Jalan Ciaruteun Ilir, Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tebing ini merupakan salah satu tempat latihan kegiatan alam bebas di Kabupaten Bogor, selain Kawasan Karst Klapanunggal yang sama-sama digandrungi oleh penggiat alam bebas. Para penggiat alam, khususnya rock climbing, tak jarang dijumpai sedang melakukan latihan ataupun fun climbing di Tebing Ciampea.

Pada 5 Maret 2022, Tim Pemanjat Tebing Wanita atau yang disebut “Women Climber” dari Palawa Unpad melakukan pemanjatan Tebing Ciampea dengan menggunakan top rope techinique dan rope ascend technique. Tim ini terdiri dari 4 anggota yakni Istiani (PLW 24382 187 MT), Desima (PLW 24382 197 AU), Tiara (xPLW 001 YA), dan Viona (xPLW 014 YA). Selain pemanjatan, tim juga melakukan pengibaran bendera Palawa Unpad, bendera Universitas Padjadjaran, dan bendera Indonesia di Puncak Tebing Ciampea. Hal tersebut dilakukan demi terlibat dalam aksi perayaan International Women’s Day yang diperingati 8 Maret 2022.

Tebing ini terbilang sangat cocok untuk jadi tempat latihan panjat tebing atau climbing activity. Namun sayangnya, lokasi dari Tebing Ciampea bertepatan langsung dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan terjadinya penumpukan sampah yang diprediksikan berasal dari sampah warga sekitar. Alhasil, jika terjadi hujan atau keadaan udara yang sedang lembab, maka aroma tidak sedap yang berasal dari tumpukan sampah tersebut akan meluap dan mulai menghampiri pemanjat di Tebing Ciampea.

Selain itu, jika melakukan pemanjatan sampai titik puncak tebing atau sekedar melakukan scrambling ke puncak Tebing Ciampea, maka akan dijumpai hamparan ladang sawit dengan sebuah industri yang menaunginya. Setelah dicari tahu melalui interview singkat dengan warga, ladang tersebut merupakan salah satu tempat warga mencari rezeki sebagai buruh tani atau karyawan di industri yang menanguinya.

*

*Top rope technique: Merupakan suatu teknik pemanjatan dimana tali seorang pemanjat terhubung secara langsung kepada belayer dan mamanjat menggunakan runner/quick draw tanpa perlu bantuan pengaman sisip atau pengaman tambahan.

*Rope ascend technique: Merupakan teknik pemanjatan menggunakan alat ascending (jumar) yang diterpasang pada tali karmantel dan alat bantu pijak (foot loop).

*Scrambling: Merupakah salah satu cara untuk mencapai puncak tebing dengan cara menyusuri jalur tebing dengan berjalan kaki

—–

Penulis             : Ardino Raja  (PLW 24382 198 AU)

Editor              : Nursyifa Afati Muftizasari (PLW 24382 183 GA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.