Kamu Harus Tahu: Acute Mountain Sickness

Dokumentasi Palawa Unpad (12/08/2019)

Waktu liburan bisa diisi dengan berbagai kegiatan ataupun perjalanan, banyak tempat yang bisa dituju sebagai destinasi liburan. Beragam tempat bisa dieksplorasi dari pegunungan yang memiliki danau di ketinggian sampai sebuah pantai tersembunyi di balik lembahan. Semua bisa kamu lakukan dengan persiapan yang matang termasuk juga pengetahuan yang cukup.

Wisata alam pegunungan sekarang ini menjadi pilihan utama untuk bervakansi, karena mudahnya akses hingga murahnya biaya perjalanan jika dibandingkan dengan wisata alam yang lain. Tetapi bukan itu saja yang membuat orang-orang pada akhirnya memilih pegunungan, karena memang berkegiatan di alam bebas mampu memberikan sensasi tersendiri yang pastinya berbeda.

Pendakian bisa dilakukan dengan dua jenis yaitu pendakian panjang dan pendakian pendek. arti panjang dan pendek dilihat dari waktu tempuh dan rencana pendakian tersebut. pendakian panjang adalah ketika kita akan melakukan suatu rangkaian kegiatan yang memerlukan banyak waktu dan tenaga. sementara pendakian pendek dilakukan semata-mata untuk liburan dan durasi menetap tidak lama.

Ada baiknya sebelum melakukan pendakian ke beberapa pegunungan yang memiliki ketinggian diatas 2000 MDPL perlu untuk mengetahui beberapa hal terlebih dulu agar perjalanan aman juga nyaman. Hal-hal itu adalah, tahu bahwa kondisi tubuh dalam kondisi sehat dan prima, alat-alat yang akan digunakan masih dalam keadaan layak pakai, dan terakhir adalah mengetahui kemungkinan-kemungkinan kecelakaan dan penyakitnya.

Mungkin sebagian orang sudah tahu bahwa kecelakaan yang umum terjadi ketika mendaki adalah terkilir, patah tulang, tersengat, hingga tergigit hewan berbisa dan setidaknya mengetahui juga cara menangani serta menghindarinya. Nah itu baru kecelakaannya saja, sekarang penyakitnya. Ada beberapa penyakit yaitu masuk angin, heat stroke, hypothermia, dan terakhir adalah acute mountain sickness.

terakhir itu perlu kita bahas lebih lanjut, Acute Mountain Sickness atau penyakit ketinggian adalah penyakit yang umum terjadi Ketika sudah berada di ketinggian kurang atau lebih dari 2400 Meter, semakin tinggi maka semakin menipis kadar oksigen sekaligus juga tekanan udara yang berkurang. walau memang seperti itu bukan berarti setiap pendaki akan terkena gejala Acute Mountain Sickness, namun sebanyak 75% pendaki pasti akan terkena gejala tersebut dengan catatan bahwa gejala tersebut tidak berkembang menjadi penyakit yang serius.

Gejala-gejala yang bisa diketahui bila seseorang terkena penyakit ketinggian ini adalah rasa pening, mual, dan sesak, namun yang terakhir itu sudah masuk pada tahap lanjut. Karena gejala awalnya yang serupa dengan pusing biasa dan karena ketidaktahuan untuk membedakannya maka yang semula hanya gejala saja berkembang menjadi HAPE dan HACE, itu adalah ams jika sampai pada tahap yang lebih parah. 

Salah satu reaksi berbahaya terhadap ketinggian adalah kondisi yang disebut edema serebral ketinggian tinggi (HACE), di mana otak mengakumulasi cairan ekstra, membengkak, dan berhenti bekerja dengan baik. Penyakit terkait, high-altitude pulmonary edema (HAPE), dapat terjadi dengan atau tanpa gejala peringatan yang menandakan penyakit ketinggian. HAPE menyebabkan cairan masuk ke paru-paru

Setiap tahunnya tercatat sebanyak 150 ribu kasus tercatat di Indonesia, dengan kasus sebanyak itu seharusnya orang-orang mulai mencari tahu apa itu ams dan selanjutnya di pelajari sebelum melakukan pendakian, karena bukan tidak mungkin bahwa teman pendakian kamulah yang terkena penyakit ketinggian ini.

Semua itu bisa saja tidak terjadi jika kita tahu gejala dan penanganannya, namun amat disayangkan bahwa kelalaian dan ketidaktahuan menjadi penyebab dari banyak kasus yang bahkan sampai mengakibatkan kematianmemang bisa ditarik kesimpulan bahwa keteledoran ketika mendaki akan mengakibatkan kematian.

About Palawa Unpad

Redaksi Website Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Palawa Universitas Padjadjaran

Palawa Unpad

Redaksi Website Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Palawa Universitas Padjadjaran