Masa Bimbingan Gema Antari

“The first river you paddle runs through the rest of your life. It bubbles up in pools and eddies to remind you who you are.”-Lynn Culbreath Noel

Tim yang beranggotakan Fikri,Rinaldi,Teh Erika,Yunisah dan Baim

Jenjang keanggotaan sudah menjadi Anggota Muda. Untuk menjadi seorang Anggota Biasa, kami ber-12 harus mengikuti rangkaian mabim yang sudah direncanakan oleh dewan pengurus.

Mabim pertama yang harus saya dan saudara-saudara saya lewati adalah arung jeram. Arung jeram ini dilaksanakan pada tanggal 16-18 Maret 2018 yang berlokasi di Sungai Cimanuk. Di setiap kegiatan mabim juga pasti harus ada susunan kepanitiaan agar kegiatan terlaksana dengan baik.

Kami berangkat sekitar pukul 19.00 karena berbagai macam alasan dan sampai di base camp sekitar pukul 23.00. Kami sudah disuguhkan dengan nasi liwet, tahu, tempe, ayam. Beruntungnya kita tidak terlalu malam karena nasi liwet ini sudah dibuat dengan susah payah dan tidak menjadi mubazir.

Keesokan harinya kami bangun seperti biasa, melakukan cek alat, masak dan memompa perahu. Tetapi, semua itu tetap tidak sesuai dengan R.O.H. karena masaknya yang cukup memakan waktu.

Semua sudah siap, kita sudah menaikan tiga perahu ke atas angkot yang sudah saya cari dari shubuh. Perjalanan kali ini dari Patrol menuju Leuwigoong. Materi pertama kami di mabim arung jeram ini adalah renang statis. Dimana renang statis itu adalah renang yang yang mengikuti arus, seperti pasrah. Posisi kepala di hulu dan kaki lurus menghadap ke hilir. Lalu kita akan direscue oleh peserta mabim lainnya.

Enam orang pertama melakukan renang statis, dan enam orang lainnya me-rescue. Saya kebagian di enam orang pertama yang renang statis. Awalnya kita diberi contoh dahulu oleh pembimbing kita yaitu teh farah. Dilanjut oleh saudara-saudaraku yang lain sampai tiba giliran saya.

Perasaan takut terbawa arus tetap ada karena ini pertama kalinya saya bermain orad. Mungkin begitu juga dengan yang lain. Kita harus pergi ke tengah terlebih dahulu untuk mendapatkan arus. Lalu kita hadapkan ambil posisi kepala di hulu kaki di hilir dan pasrahkan. Posisi dayung harus diangkat ke atas agar tidak mengganggu pergerakan.

Badan pun terkena bebatuan karena kita tidak bisa menghidarinya dan tidak terlihat oleh mata. Lalu setelah mendekati pos rescue saya bisa menangkap tali resuce dan saya direscue oleh Prasellia.

Setelah tim renang statis beres lalu giliran tim rescue yang mencoba untuk berenang statis dan tim renang statis mencoba merescue. Saat saya mencoba untuk merescue hanya sekali saja saya bisa merescue yaitu Yunisah.

Materi renang statis telah selesai. Dilanjut dengan materi renang dinamis. Berbeda dengan renang statis, renang dinamis kita harus bisa melawan arus yang deras dengan cara renang ke arah 45˚. Saya yang kebagian pertama renang dinamis gagal untuk menuju seberang. Karena saya panik duluan sebelum mulai renang. Semua alat yang kita pakai tidak boleh ada yang ditinggal termasuk dayung. Posisi dayung tetap pada di genggaman tangan.

Saya hanyut dibawa oleh arus sungai dan di-rescue oleh kang Rizky dkk. Setelah semua mencoba renang statis itu kita diberi kesempatan lagi untuk berenang ke seberang. Saya yang gagal di percobaan pertama ini menekadkan harus bisa menuju seberang. Dan benar saja saya akhirnya bisa berenang ke seberang dengan selamat.

Selanjutnya ada materi flip-flop. Disini kita akan berusaha membalikkan perahu dan membalikkan perahu kembali semula. Ini dilakukan agar saat pengarungan dan terjadi hal yang tidak diinginkan kita bisa membalikkan perahu kita dengan cepat.

Jam istirahat tiba, kami istirahat sejenak karena selanjutnya ada pengarungan pendek menuju Leuwigoong. Di pengarungan pendek ini, kami dibagi menjadi tiga grup. Saya berada di perahu kang Petrus dan teh Erika. Saya berada di paling depan dengan teh Erika. Di belakang saya ada Baim, Yunisah dan Rinaldi. Skippernya tentu saja kang Petrus.

Pengarungan pun dimulai, total ada sembilan perahu dengan mapala lain yang kebetulan bertemu disana. Perasaan hati mulai bercampur aduk antara senang karena baru pertama kali mencoba arung jeram dan takut karena arusnya sangat besar. Tetapi disepanjang pengarungan Alhamdulillah tidak ada trouble. Mungkin hanya  masalah kecil seperti pegal dan kecapean.

Baim sedang melakukan pemetaan jeram

Di hari kedua, kami melakukan pengarungan panjang dari Jagger menuju Leuwigoong. Di sepanjang pengarungan panjang ini juga tidak ada masalah seperti hari pertama. Lalu kita mencoba untuk melakukan pemetaan, namun karena terkejar oleh waktu jadi kita tidak melakukan pemetaan dengan maksimal.

Kita istirahat dahulu di Patrol. Disana ada banyak orang juga karena ada acara temu arung yang diadakan oleh Pecinta Alam FISIP UNIGA, Gerhana. Kita jadi ikut mengarung bersama mereka meskipun kita tidak ikut acara mereka. Disana juga ada uwa Yana yang satu perahu dengan teh Erika dan teh Yona. Jadi di perahu kita yang mengisi di depan itu Baim.

Perahu kita berada di paling belakang. Tetapi karena kita mengejar waktu pulang juga jadi kita dayung lebih cepat dan akhirnya berada di paling depan. Sebelum menuju Leuwigoong kita mengambil dokumentasi terlebih dahulu di jeram yang terakhir. Dan berakhir sudah pengarungan pertama saya ini.

Terima kasih kepada Allah S.W.T, orang tua, keluarga mang Ude, para pembimbing, saudara-saudaraku GA, dan orang-orang yang terlibat sehingga kita bisa melakukan mabim arung jeram ini.

Oleh: X PLW 001 GA – Fikri Alghifari

About Palawa Unpad

Redaksi Website Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Palawa Universitas Padjadjaran

Palawa Unpad

Redaksi Website Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Palawa Universitas Padjadjaran