Mengembara di Sungai Ketahun, Bengkulu (Bagian I)

Akhirnya Tugasku yang Pertama Selesai

Leganya tugas ini dapat berlancar dengan baik, walaupun aku agak sedikit pusing karena terlalu lama menaiki motor di jalan yang berkelok-kelok di bawah sinar matahari pula. Pemberhentian berikutnya adalah Desa TalangDonok yang merupakan desa titik river camp. Kami bertemu dengan Ibu Yesi, selaku sekdes (sekretaris desa) karena kades (kepala desa) sedang tidak ada di rumah. Di rumah beliau aku sempat beristirahat sejenak dan sholat zhuhur, sedangkan Yandi pergi ke masjid untuk jumatan. Kemudian kami mensurvei titik koordinat river camp, melewati pematang sawah hingga sampai pada jembatan yang menjadi akses penghubung dengan sawah dan kebun seberang sungai. Dari tepi sungai hingga pemukiman jaraknya kira-kira 400 meter. Sangat lama kami di sini karena aku dan Yandi saling memiliki pendapat sendiri mengenai lokasi pendirian camp nanti. Sampai mesti menyeberangi anak sungai yang membuat celanaku basah.

Ya beginilah tugas survey darat, cukup membuatku lelah. Karena masih ada waktu, kami memutuskan untuk melanjutkan survey sampai ke atas (hulu sungai). Namun sebelum ke sana, kami sempat ditunjukkan bunga bangkai yang tumbuh di dekat sini. Berbondong-bondong warga yang lain juga ingin menyaksikan bunga yang memiliki ketinggian hampir 2 meter itu. Sayangnya bunga bangkai tersebut belum mekar.

Di Ajai Siang kami bertemu dengan istri kades dan menitipkan surat izin kami, kemudian lanjut menuju titik jalur evakuasi 1. Lalu berjalan lagi hingga kami menemukan medan yang sulit untuk dilewati kendaraan bermotor. Apalagi terdapat jalan yang sangat licin karena lumpur dan juga tanah lembek yang dalam. Warga setempat yang sehari-harinya berkebun, menggunakan motor cross untuk pergi ke kebun dan pulang membawa hasil panen. Bila menggunakan motor gigi pada umumnya, biasanya roda motor dilapisi dengan rantai. Di tengah perjalanan, aku selaku bidang transportasi memikirkan kendaraan apa yang bisa membawa tim ke titik start.

 

Catatan Perjalanan dari Nisrina Tazkia, xPLW 008 NA

About admin