Mengembara di Sungai Ketahun, Bengkulu (Bagian I)

Survei Jalur Pengarungan

Esoknya, tugasku bersama Yandi adalah melakukan survei darat jalur pengarungan. Di pagi hari, aku memulai tugasku yang pertama yaitu belanja. Mendengar dari warga bahwa ada pasar setiap hari Senin dan Jumat di Desa Ajai Siang, kami berniat untuk berbelanja di sana. Dengan menggunakan sepeda motor dinas yang dipinjamkan pak lurah, kami menjalankan tugas kami. Baru berjalan beberapa ratus meter, kami dilanda ban bocor sehingga harus ditambal di bengkel terdekat. Syukurlah menambal ban tidak menyita lama waktu kita.

Di pasar Ajai Siang, makanan dan sayur-sayuran terbilang murah. Kami sempat sarapan sate padang tapi dagingnya daging ayam. Karena harganya murah kami pun menambah porsi, tidak seperti RM Siang Malam tempat bus kami istirahat. Lima belas ribu rupiah hanya dapat nasi dengan telur rebus, hilang sudah nafsu makanku di jalan. Belanjaan tim ini sangat banyak dan berat, walaupun ada beberapa bahan yang tidak kami temukan di sini seperti kangkung, sayur asem, labu siam, apel, kacang merah dan bawang bombai.

Salah satu spot yang disurvei

Setelah hasil belanja diletakkan di basecamp, kami melanjutkan misi yaitu mengurus perizinan dan surat pemberitahuan kepada kantor kecamatan, puskesmas, dan kepala desa. Tujuan pertama kami adalah Kantor Kecamatan Rimbo Pengadang, kemudian Desa Talang Ratu yang merupakan titik finish pengarungan. Dengan bantuan GPS, kami menuju lokasi yang telah kami plot koordinatnya untuk mensurvei spot-spot jalur evakuasi, lokasi river camp, titik finish dan juga titik start.

Sesudah melihat dan memastikan jalur evakuasi 3 dan 4, kami kembali ke arah jalan pulang dan membeli jeruk gerga untuk konsumsi siang tim. Pada saat kami sampai di Puskesmas Rimbo Pengadang, bertepatan sekali para pegawai telah bersiap pulang, telah memakai helm dan memegang kunci motor. Namun, mereka menyempatkan diri menyambut kedatangan kami dan memberikan kesempatan untuk memberitahukan maksud dan tujuan kami.

About admin