Mengembara di Sungai Ketahun, Bengkulu (Bagian I)

Perjalanan Pun Dimulai

Tidak kusangka segala tahap-tahap persiapan hingga sidang alat keberangkatan dan cek alat telah kami lalui. Tim pengembaraan Sungai Ketahun dinyatakan siap berangkat. Pada tanggal 7 Februari 2017 pukul 22.00 WIB, dewan pengurus melepas keberangkatan tim dengan apel sederhana. Esok akan menjadi awal perjalanan operasional pengembaraan ini!

Rabu, 8 Februari 2017. Pukul setengah 4 pagi, sekretariat telah dipenuhi hiruk pikuk dan lalu lalang anggota tim yang bersiap berangkat. Tiba di pool, aku mengawali kegiatanku hari itu dengan sholat shubuh juga berdoa meminta ridho Allah untuk keselamatan kami. Pukul 08.00 WIB bus kami telah me-loading barang-barang kami danĀ  berangkat meninggalkan Bandung. Di perjalanan aku menelepon ummi dan memintarestu, ummi berpesan agar selalu berhati-hati karena cuaca di beberapa bagian wilayah sedang buruk.

Perjalanan lintas pulau menuju Pulau Sumatera

Tiba di Pelabuhan Merak sekitar pukul 4 sore, kami menikmati perjalanan lintas pulau itu di dek atas Kapal Nusa Jaya, diterpa angin laut senja yang bertiup kencang. Namun sebelum aku merasa enjoy, aku sempat mabuk laut dan tidak selera melakukan apapun. Perutku mual dan aku sangat pusing. Mungkin aku masuk angin, jadi aku masuk saja ke kabin tempat duduk penumpang. Di sana ada seseorang yang tak habisnya berbicara di depan untuk mempromosikan suatu produk. Yang kuingat, bapak itu menawarkan minyak yang dibuat oleh para pendekar pencak silat Banten. Untuk membuktikan perkataannya, ia akan membuka praktek pengobatan di atas kapal. Salah satu khasiat minyak itu adalah dapat menghentikan darah dengan cepat, untuk membuktikannya ia menggoreslidahnya sendiri dengan pisau kemudian mengoleskan minyak tersebut. Sudah kuduga pasti akan ada atraksi begitu. Aku merasa lebih baik tidur untuk mengurangi sakit kepala, lalu aku mengambil posisi yang nyaman dan tidur. Ternyata orang-orang mencariku, aku tahu setelah aku dibangunkan oleh temanku. Kemudian aku bergabung bersama yang lain di atas dek. Kami juga diperbolehkan memasuki anjungan atau ruang utamamengendalikan kapal oleh seorang awak kapal.

Perjalanan berlangsung dua hari satu malam, hingga kami tiba di Terminal Simpang Nangka, Curup. Petrus dan Farah melanjutkan perjalanan sampai Kota Bengkulu untuk bertemu anggota Mapala Pulkanik (Fakultas Teknik). Kami menurunkan semua barang kemudian mencari kendaraan selanjutnya untuk menuju Topos (Tapus), Kabupaten Lebong. Maka kami mendapatkan sebuah travel yang bersedia mengantarkan kami ke Topos sekaligus Muara Aman (pusat kota Lebong) dengan mengangkut semua barang kami. Tiba di Kelurahan Topos kami disambut oleh Pak Lurah Topos, Pak Eropa namanya. Setelah berbincang cukup lama, kami diantar menuju rumah lama beliau yang nantinya menjadi basecamp kami untuk 7 hari kedepan.

About admin