Ekspedisi Padjadjaran Nemangkawi 2016


Melalui penerapan Zero Waste Mountaineering dan peninjauan hambatan literasi, “Ekspedisi Padjadjaran Nemangkawi 2016” diharapkan mampu mengulas banyak Fenomena Petualangan dan Pendidikan di Tanah Papua.


Nemangkawi_Tim Ralph

Mendaki gunung menjadi tren di berbagai kalangan masyarakat Indonesia saat ini. Tak pandang usia, semua orang berlomba-lomba untuk menapaki puncak-puncak gunung di negeri ini. Populernya kegiatan mendaki gunung mulai menimbulkan masalah terhadap kondisi gunung-gunung itu sendiri. Satu yang cukup meresahkan adalah permasalahan sampah di gunung.

Semakin banyak orang mendaki, semakin banyak pula sampah yang ditinggal. Perlahan sampah-sampah itu menumpuk, lalu menggunung di atas gunung. Tak hanya terjadi di gunung-gunung yang ramai pengunjung,  pertunjukan sampah ‘ditinggal’ di gunung bahkan terjadi juga di puncak tertinggi Indonesia, puncak Carstensz.

Segara Anak- Gn Rinjani _ Brilionet edited

Palawa Unpad, selaku mahasiswa pecinta alam yang juga resah atas fenomena ‘sampah ditinggal di gunung,’ berencana melakukan “Ekspedisi Padjadjaran Nemangkawi 2016”. Ekspedisi ini membawa misi mencontohkan dan mengkampanyekan Zero Waste Mountaineering (Pendakian Minim Sampah). Zero Waste Mountaineering adalah pendakian dengan perbekalan yang berpotensi menghasilkan seminimal mungkin sampah, bahkan hingga nihil. Pada ekspedisi ini, Tim Palawa Unpad akan menerapkan Zero Waste Mountaineering dalam pendakian menuju puncak tertinggi Indonesia yaitu Puncak Carstenz.

Selain menjadi media kampanye Zero Waste Mountaineering, “Ekspedisi Padjadjaran Nemangkawi 2016” juga akan mengunjungi Desa Ugimba. Tim Ekspedisi berencana melakukan pendataan faktor penghambat upaya literasi di desa yang letaknya tak jauh dari puncak tertinggi negeri ini. Pengambilan data dilakukan dengan harapan mendorong pengembangan pendidikan alternatif bagi masyarakat adat Desa Ugimba, dalam menghadapi perubahan tanpa meninggalkan tradisi dan budaya yang diyakininya.

literasi papua- Ruma Sokola

Membawa nama ‘Nemangkawi’ sebagai tajuknya, Ekspedisi ini bertujuan untuk mengenalkan kembali nama Nemangkawi pada masyarakat Indonesia. Nemangkawi -nama yang masih asing didengar oleh kebanyakan orang Indonesia- adalah nama asli dari puncak tertinggi Indonesia yang saat ini kita kenal sebagai Puncak Carstenz. Nama Nemangkawi berasal dari bahasa suku Amungme -suku tertua yang mendiami kaki pegunungan Jaya Wijaya- untuk menyebut puncak tertinggi di sana.

“Ekspedisi Padjadjaran Nemangkawi 2016” diharapkan mampu mengulas banyak tentang Fenomena Petualangan dan Pendidikan di Tanah Papua. Wujud nyata yang diharapkan adalah dihasilkannya buku dan film tentang Zero Waste Mountaineering serta fenomena pendidikan di Desa Ugimba. Semua hasil tersebut akan dipaparkan dalam Seminar Ekspedisi Padjadjaran Nemangkawi 2016 sebagai penutup kegiatan.

-Waktu Ekspedisi: Agustus – September 2016
-Destinasi: Puncak Nemangkawi & Desa Ugimba
-Kegiatan: Zero Waste Mountaineering & Pendataan Literasi
-Atlet & Peneliti: 10 orang Anggota Palawa Unpad

About Tika Amanda

Anggota Palawa Unpad Angkatan Fajar Wening

Tika Amanda

Anggota Palawa Unpad Angkatan Fajar Wening