Pengarungan Sungai Cimanuk

 

Waktu menunjukan pukul 09.00 wib ketika saya bersama saudara-saudaraku di PALAWA UNPAD dan teman-teman dari Gerhana Uniga tiba di jembatan Leuwigoong, beberapa anak muda sedang bermain motor diatas jembatan, sesekali mereka melakukan atraksi dengan mengangkat bagian depan motornya atau melajukan motor dengan kecepatan tinggi, beberapa kawannya duduk di tepi jembatan sambil terkagum-kagum atas kelakuan pengendara motor tersebut, tapi bagi kami ada hal lain yang menyita fikiran pagi itu, bukan di atas jembatan melainkan di bawahnya, di bawah jembatan Leuwigoong mengalir sungai Cimanuk. Sungai yang bermuara di pantai utara ini, pada beberapa titik sering digunakan para penggiat arung jeram untuk menyalurkan hobinya, salah satunya adalah di jalur tempat kami berdiri sekarang, dari Leuwigoong menuju Limbangan yang biasa disebut Cimanuk etape dua atau Cimanuk bawah. Jalur tersebut pada keadaan debit air normal bisa mencapai grade 3 dan apabila debit air naik akan naik sampai grade 4, kondisi cuaca yang hujan semalam rupanya berpengaruh pada debit air , di depan kami sekarang sungai terlihat lebih deras daripada kemarin saat kami menaikan perahu setelah menyelesaikan pengarungan pada jalur Jager- Leuwigoong.

Badan masih terasa pegal sisa pengarungan kemarin, tapi tidak menyurutkan semangat untuk mengarungi jeram-jeram di depan. Resiko yang menanti mungkin akan lebih besar, artinya kami harus lebih konsentrasi dan berhati-hati dalam menggerakan perahu.
Setelah selesai berdoa, dua buah perahu merk best marine segera di tempati dalam posisi masing-masing, suara gemuruh air membuat kami harus berteriak untuk berkoordinasi, “Dayung maju!!” terdengar aba-aba dari skiper di bagian belakang perahu dan artinya pengarungan dimulai, tidak ada pilihan untuk kembali.

Kurang lebih 100 meter dari jembatan, strainer berupa besi bekas rel kereta api menghalangi di tengah aliran sungai, beberapa hari kemarin strainer ini mengakibatkan kerusakan pada perahu rekan-rekan dari PALAWA Atmajaya Yogyakarta. Perahu pertama masuk terlebih dahulu dengan mengambil bagian kiri sungai, setelah mendengar aba-aba dari perahu pertama berupa signal peluit, perahu kami mulai melaju untuk melewati strainer tersebut, posisi perahu diarahkan menuju tepi kiri sungai tapi sayang manuver perahu tidak berjalan mulus dan mengakibatkan perahu yang kami tumpangi hampir menabrak strainer, terlihat dengan jelas besi sebesar jari telunjuk menonjol dekat sekali dengan perahu, untungnya kita diselamatkan oleh debit air yang sedang naik sehingga kejadian yang dikhawatirkan tidak terjadi.

Setelah dari sana menanti jeram-jeram selanjutnya, jeram berupa standing wave dan hole seakan tidak memberi kami waktu untuk beristirahat barang sejenak, lain halnya dengan pengarungan kemarin di etape satu dimana ada beberapa bagian sungai yang flat dan bisa dimanfaatkan untuk beristirahat mendayung dan “bernafas”, di sini flat yang ada tidak begitu panjang sehingga semua tindakan, keputusan, manuver bahkan scouting harus dilakukan dengan cepat.

Sekitar satu jam pengarungan, pada jeram panjang badan sebelah kiri belakang perahu menabrak batu dan mengakibatkan perahu sedikit miring ke sebelah kanan, saya yang duduk di belakang kanan terlempar dari perahu. Kejadian terasa cepat terjadi, tanpa aba-aba dan persiapan saya sudah berada di luar perahu, di arah depan ada cussion berupa batu besar yang mungkin akan sangat membahayakan apabila saya tidak segera naik ke atas perahu, entah akan jadi seperti apa saya nanti apabila menabrak batu itu. Dengan usaha yang keras saya mencoba secepatnya untuk naik ke atas perahu, dibantu oleh Anto akhirnya saya bisa sesegera mungkin kembali ke atas perahu lalu mengendalikan perahu karena saat itu saya menjadi skiper, jeram masih panjang di depan oleh karenanya posisi perahu harus segera di perbaiki agar manuver perahu tidak salah saat masuk ke dalam jeram, pada awalnya posisi perahu mundur sampai ada kesempatan yang aman untuk memutar posisi perahu, “kanan balik!!” teriak saya untuk membantu posisi perahu kembali menghadap ke arah hilir.

About Hidayat Adhiningrat

Anggota Palawa Unpad Angkatan Darmaga Bodas

Hidayat Adhiningrat

Anggota Palawa Unpad Angkatan Darmaga Bodas