Pekalen River

oleh: Riki M. Arman

Janji itu datang setelah kami mengarungi sungai Cikandang di Garut Selatan, aku bersama saudara se PALAWA dan rekan di KMPA dan juga seorang penggiat arung jeram sungai Cimanuk yang biasa dipanggil “Uwa Yana” perawakan tua dan gondrong. Semua perjalanan aman terencana di Cikandang. Dan kali ini yang kujanjikan dengan rekan di KMPA adalah Sungai Pekalen, kami akan menuju Probolinggo – Surabaya.

Pagi ini, kami mulai dibawa kearah hulu sungai, evakuasi dengan pick up sejauh 5 km dan berjalan kaki kira-kira 15 menit (300 m) membawa perlengkapan pengarungan; helm, dayung, pelampung. Kami berangkat dengan 70 orang lainnya yang memakai jasa operator Noars. Kami mendapat sebuah perahu untuk dibawa sendiri, diarungi sendiri. Untuk ini aku rasa sangat mengejutkan, karena untuk pertama kalinya kami berkenalan dengan sungai ini. Saya sempat bertanya kepada Mas Tapir salah satu Operator Songa yang akan menemani selama kami berada di Surabaya.

“Kenapa Kami Mendapat satu Perahu? Alangkah baiknya jika kami bergabung dengan yang lainnya. Karena saya rasa ini agak baru bagi kami. Kami belum pernah dibaptis disini” kata Baptis merupakan bahasa yang sering kami gunakan untuk pengarungan yang pertama pada suatu sungai yang akan diarungi.

“Saya rasa ndak ada masalah, toh kalian sudah biasakan dengan hal seperti ini? Lagian kalian semua adalah tamu istimewa kami.” Dengan senyum ringan Mas Tapir menjelaskan lalu pergi menuju perahu yang akan kami bawa berlima; aku, Anto, Yana, Dhani, Amil (3 rekan KMPA), serta si tukang senyum Mas Tapir sebagai guide. Terusterang kami lansung saling pandang, ingin mengutarakan sesuatu yang tertahan. Hasilnya, aku terpilih menjadi Nahkoda kapal atau seorang yang akan mengomandoi pendanyung dan mengarahkan perahu. Seorang Skipper. Setelahnya kami berdo’a.

Sungai Pekalen tergolong kategori white water rafting yang memiliki tingkat kesulitan grade II sampai dengan III +. Sungai yang berasal dari mata air gunung Lamongan dan Argopuro Argopuro. Sepanjang pengarungan banyak ditemui air terjun, kira-kira ada 10 air terjun. Airnya dingin, berbeda dengan Sungai Cimanuk, Sungai Citarum yang kecoklatan. Pengarungan dimulai setelah mendapat pengarahan dari guide master, kami akan berada diantara perahu-perahu tamu, urutan ke-3 dari perahu pertama, agar kami dapat dipantau oleh guide-guide yang berada diperahu lainnya. semua mencoba untuk rileks menguasai ketegangan masing-masing kami akan melewati banyak jeram, jeram yang memiliki ketinggian 2 – 3 meters; Welcome, Batu Jenggot, Pandawa, Rajawali, Xtravaganza, KPLA, Tripple Ace, The Fly Matador, Hiu, Cucak Rowo, Long Rapid, Good Bye. Aku memandang Anto sesaat, 1 detik kemudian kami bergetar dan berteriak “Yiiiiiiiiiiihhaaaaaaaaaaaaa….. Hajaaaar…..”.

About Palawa Unpad

Redaksi Website Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Palawa Universitas Padjadjaran

Palawa Unpad

Redaksi Website Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Palawa Universitas Padjadjaran